Senin, 29 September 2008

Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Tujuan Umum
* 2 Proses Manajemen
* 3 Bagian
* 4 Lihat pula

[sunting] Tujuan Umum

* Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
* Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
* Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).

[sunting] Proses Manajemen

Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:

* Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
* Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
* Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

Data, Informasi dan Pengetahuan

Kita tentunya dapat membedakan dengan baik antara data, informasi, dan pengetahuan. Berikut ini definisinya :

1. Data : bagian paling dasar/kecil dari karya manusia. Data bersifat kaku. Merupakan representasi dari fakta yang ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Misal, uang dito hari ini = Rp. 350.000
2. Informasi : hasil pengolahan dari data yang dapat memberikan gambaran lebih jelas terhadap sesuatu. Informasi bersifat dinamis. Semua orang memiliki tanggapan yang berbeda-beda pada suatu informasi. Misal, kondisi keuangan dito dalam seminggu meningkat sebanyak 480% padahal minggu yang lalu dia mengalami defisit sebesar 24%.
3. Pengetahuan : adalah informasi yang diinterpretasikan dan diintegrasikan. Pengetahuan berasal dari informasi yang diserap dalam akal pikiran seseorang. Pengetahuan bersifat transenden. Misal, sepanjang pengetahuan saya, dito tidak pernah memiliki uang lebih banyak dibandingkan arif.

Knowledge Management merupakan suatu paradigma pengelolaan informasi yang berasal dari pemikiran bahwa pengetahuan yang murni sebenarnya tertanam dalam benak dan pikiran setiap manusia. Maka dari itu perlu dibangun suatu mekanisme penyebaran informasi dan pengalaman dari sumber daya manuisa yang ada agar terjadi peningkatan pengetahuan dari masing-masing pelaku kegiatan di dalam suatu organisasi.

Sistem Informasi

adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem Informasi Manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. Sistem Informasi Penjualan adalah suatu sistem informasi yang mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan mengenai penjualan.

[sunting] Definisi lainnya

Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan

Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.

Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.

Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)

Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.

Konsep Dasar Sistem Informasi

1. Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini:
Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urut-urutan operasi didalam sistem.
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut :
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas dan lebih banyak diterima karena pada kenyataannya suatu sistem terdiri dari beberapa subsitem atau sistem-sistem bagian. Komponen-komponen atau subsistem-subsistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri sendiri, semuanya saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga sasaran sistem dapat tercapai.
1.1. Karakteristik Sistem
Suatu sistem menpunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (components), batas (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process), dan sasaran (objectives) atau tujuan (goal).
a. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari subsistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar disebut dengan supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut sebagai suatu sistem sedang industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya. Kalau sistem akuntansi dipandang sebagai suatu sistem, maka perusahaan adalah supra sistem dan industri adalah supra dari supra sistem.
b. Batas sistem
Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipasang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
c. Lingkungan luar sistem
Lingkungan luar (environment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
d. Penghubung sistem
Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lain. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi satu masukan (input) bagi subsistem yang lain dan akan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
e. Masukan sistem
Masukan (input) adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan peralatan (maintenence input) dan masukan sinyal (signal input). Mantenance input adalah energi yang diproses agar didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
f. Keluaran sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi akan mengolah transaksi menjadi laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh menejemen.
g. Sasaran sistem
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objektif). Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali, masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
1.2. Klasifikasi sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut ini :
a) Sistem abstrak dan sistem fisik. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan. Sistem fisik merupan sistem yang ada secara fisik misalnya sistem komputer, sistem akuntansi dan sistem produksi.
b) Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human machine system atau ada yang menyebut dengan man machine system, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
c) Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi tertentu dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Inteaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
d) Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis sistem tertutup ada, tetapi kenyataan tidak ada sistem yang benar-benar tertutup yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup), sedang sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya, karena sistem sifatnya terbuka dan tepengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai sistem pengendalian yang baik. Sistem-sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka untuk pengaruh yang baik saja.

2. Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian (kumpulan fakta).
Sistem informasi, menurut Leitel dan Davis dalam bukunya “Accounting Information System” mendefinisikan bahwa :
Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan-kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Definisi yang umum, sistem informasi diartikan sebagai suatu sistem dalam suatu organisasi yang mengolah data menjadi bentuk yang lebih berguna untuk mencapai suatu tujuan.


3. Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan sistem dapat berarti menyusun sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau untuk memperbaiki sistem yang sudah ada. Sistem yang sudah lama perlu diperbaiki atau bahkan diganti, dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya yaitu :
1. Kesalahan yang tidak sengaja, yang menyebabkan kebenaran data kurang terjamin.
2. Tidak efisiensinya operasi pengolahan data tersebut.
3. Adanya instruksi-instruksi atau kebijaksanaan yang baru baik dari pemimpin atau dari luar organisasi seperti peraturan pemerintah.

Rabu, 18 Juni 2008

MY CV

Data Personal

Nama Lengkap : Achdiar affandi
Nama Panggilan : Diar / Fandi
Gender : Pria
Status : Single
Agama : Muslim
Tempat Lahir : Bangkalan
Tanggal Lahir : 09/Juni/1984


Kontak Informasi

Alamat : Jl. Nusa indah IV, No:03, RT. 01/05, Komplek P&K
Cipondoh, Tangerang
Telepon : 021-55753351
HP : 0856-91651252
e-mail :
debongso@gmail.com


Latar Belakang Pendidikan

1999-2002 : SMK 2 Pamekasan ( Audio Video Elecronika )
2004-2005 : Digital Studio Surabaya ( Computer Digital design )
2006-Current : Perguruan Tinggi Raharja ( Manajemen Informatika )


Skill

Computer Hardware
- Perakitan, Upgrade dan Perawatan ( Moterboard, Prosessor, RAM, Video Card,Monitor, Dll )

Computer Software
- Operating System ( Windows 98, XP, Vista )

- Program Niaga ( Microsoft Office Word, Excel, Powerpoint

- Desain ( Adobe Photoshop, Illustrator. Corel Photopaint, Draw. Freehand. 3DS Max )

- Web ( Adobe Dreamweaver )

- Animasi ( Adobe Flash )

Lain-lain
- Ilustasi manual ( Realis, Surealis, Naturalis, Karikatur, Tipografi, Kaligrafi, Dll )
- Tulis menulis ( Narasi, Puisi, Jurnalistik, Dll )
- Musik ( Gitar, Bass, Keyboard, Drum )


Pengalaman Kerja

2001 : PT. BBI Surabaya( Divisi Perawatan Listrik Elektronika )
2002 : Yasin Electronic service Bangkalan ( Teknisi )
2002-2005 : Imara Music Studio ( Teknisi, Asisten Instruktur Musik )
2006-2008 : Ninegreen Production
2003-Sekarang : Desainer Freelance


Pengalaman Event

2003 : Porseni Jawa Timur. Surabaya ( Stage instruments )
2007 : Indie Festifal Tangerang ( Desain Promosi dan Publikasi )
2008 : MC Talent Search 08. Depok ( Desain Promosi )


Pengalaman Organisasi

2007 : Ganeral ( Divisi Promosi Publikasi )
2008 : IMMI ( Ikatan Mahasiswa Manajemen Informatika ) Divisi Buletin
2008 : RIPALA ( Raharja Informatika Pencinta Alam )

Rabu, 09 April 2008

Kunjungan ke PT Microsot Indonesia

Hari Rabu, Tanggal 9 April 2008, Affe dan 49 mahasiswa Perguruan Tinggi RAHARJA melakukan kunjungan ke kantor PT MICROSOFT INDONESIA di Jl Jenderal Sudirman Jakarta.

Dalam kunjungan ini kami mendapatkan informasi tentang produk-produk Microsoft dari produk-produk yang telah digunakan oleh publik sampai produk-produk yang masih dalam pengembangan atau belum dilaunching. Semuanya dibagi kedalam tiga kategori.


1. About Microsoft Indonesia

Oleh: Marta Adi

Microsoft Indonesia sebenarnya merupakan cabang dari Microsoft di Singapura. Microsoft Indonesia memiliki karyawan sekitar 150 orang. 40 orang diantaranya merupakanb karyawan kontrak yang memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda dengan yang berstatus Full time. Di sini para karyawan terikat kepada dua undang-undang, yaitu undang-undang dari Indonesia dan undang-undang dari Amerika sebagai negara tempat induk perusahaan Microsoft itu sendiri.

Presentase pemakaian OS Windows di Indonesia menurut Microsoft Indonesia sendiri adalah 80% dari seluruh OS yang dipakai di Indonesia. Jumlah itu terbagi dalam 90% pemakaian untuk Dekstop, dan 70% untuk Server. Dalam penghitungan itu termasuk juga pemakaian OS Windows yang tidak memiliki lisensi Microsoft (Tidak Original). Sedangkan untuk yang berlisensi (Windows Asli) OS ini lebih banyak digunakan oleh Corporasi yang besar. Dimana mereka membutuhkan sistem operasi yang mampu memenuhi segala kebutuhan dan tuntutan segala kemajuan teknologi secara keseluruhan.

Disini Marta Adi juga memberi penjelasan tentang perlunya memilih satu bidang teknologi dan mendalaminya yang akan menjadi resource utama untuk menjadi seorang ahli.


2. Microsft Windows Vista and Office 20007

Oleh: Renee and Team

“YOUR POTENTIAL OUR PASSION”

Kalimat diatas adalah tagline terbaru dari Windows.

People (manusia) merupakan aset pertama dalam sistem atau proses-proses yang menggunakan komputer sebagai medianya. Begitu pula dalam penggunaan OS Windows, Brainware sebagai user tetap menjadi yang utama. Karena sehebat apapun kemampuan sebuah OS, jika dioperasikan oleh user yang tidak memiliki skill yang cukup akan percuma atau tidak akan bekerja maksimal.

Jika manusia adalah aset utama, maka Software adalah tools atau alat bantu bagi si user itu sendiri. Dan Software seperti apa yang baik itu? Adalah Software yang memenuhi Role of Software:

  • Support team work

  • Foster complient

  • Facilities insights

  • Provide information visibility

  • Enable proses extence

  • Help people work enywhere, enytime

Lalu kenapa Microsoft? Ada empat alasan utama kenapa produk Microsoft menjadi pilihan utama user:

  • Familiar

  • Widely used and supported

  • Easier and integrated and connect with what you have

  • Innovative and continually evolves to meet your needs

Beberapa produk utama Microsoft yang terbaru adalah OS Windows Vista dan Office 2007.

Vista memiliki banyak sekali fitur-fitur baru yang belum ada di OS Microsoft sebelumnya (OS XP). Beberapa diantaranya adalah: Aero vista, vista sidebar, Speech recognition, new search feature, dan fitur-fitur lain yang menjadikan vista pilihan OS terbaik untuk saat ini. Tentunya untuk spesifikasi hardware yang memenuhi batas minimumnya.

Sedangkan untuk Office 2007, perubahan yang terjadi dalam software ini ada pada sisi tampilan menu yang lebih interaktif dengan lebih banyak menggunakan icon untuk toolsnya. Kompatibilitas dengan aplikasi Office yang lain dalam mengerjakan satu tugas. Serta pada extensi file yang berubah, yang juga membuat data yang disimpan dengan format Office 2007 memiliki ukuran file yang lebi kecil daripada data yang sama yang disimpan denga format Office 2003.


3. Developer and platform Evangelism group Microsot Indonesia

Oleh: Umar Ali Ahmad

Dalam sesi ini dijelaskan tentang “Microsoft Student Partner” yang merupakan pemilihan mahasiswa yang kompeten untuk menjadi duta dari Microsoft untuk Lembaga-lembaga pendidikan. Orang-orang yang terpilih akan mendapat pelatihan dan pengarahan khusus dari Microsoft dan menerima misi untuk menyebarkan pengetahuan yang didapatkannya dari pelatihan tersebut. Microsoft Indonesia juga berharap adanya perwakilan dari Perguruan Tinggi Raharja untuk menjadi Microsoft Student Partner ini.

Divisi DPE Microsoft Indonesia juga menangani penyeleksian tim-tim mahasiswa dari Indonesia untuk dikirim ke ”IMAGINE CUP 2008” Prancis. Yaitu kompetisi teknologi terbesar dunia yang disponsori oleh Microsoft. Dalam kompetisi ini ada sembilan kategori yang dapat diikuti. Dan tahun ini adalah tahun yang ke empat keikutsertaan Indonesia.

Menjadi penutup sesi ini adalah demo pembuatan sistem operasi untuk sebuah robot. Meliputi semua proses dari input yang dilakukan user. Proses pengkonversian bahasa tingkat atas (manusia), bahasa komputer sampai bahasa mesin robot itu sendiri. Sampai output yang berupa gerak serta suara dari robot.

Berikut beberapa situs yang dapat dikunjungi untuk keterangan lengkap tentang artikel ini:

www.microsoft.com/indonesia

www.student-partners.com

www.imaginecup.com

www.wss-id.org


Mac OS X

Mac OS X adalah versi terbaru dari sistem operasi Mac OS untuk komputer Macintosh. Sistem operasi ini pertama kali dikeluarkan pada tahun 2001.
Karakter "X" adalah nomor Romawi yang berarti sepuluh, di mana versi ini adalah penerus dari sistem operasi yang digunakan sebelumnya seperti Mac OS 8 dan Mac OS 9. Beberapa orang membacanya sebagai huruf "X" yang terdengar seperti "eks". Salah satu alasan mengapa mereka menafsir sedemikian karena tradisi untuk memberikan nama sistem operasi yang berbasis Unix dengan akhiran "x" (misalnya AIX, IRIX, Linux, Minix, Ultrix, Xenix).
Mac OS X Server juga dirilis pada tahun 2001. Pada dasarnya versi Server ini mirip dengan versi standardnya, dengan perbedaan bahwa versi Server mencakup piranti lunak untuk keperluan manajemen dan administrasi workgroup dalam komputer berskala besar. Contoh fitur tambahan yang tersedia untuk versi ini adalah piranti lunak untuk menjalankan fungsi-fungsi seperti SMTP, SMB, LDAP dan DNS. Selain itu cara melisensinya juga berbeda.
Mac OS X adalah sistem operasi yang menggunakan kernel BSD sehingga beberapa kalangan mengatakan bahwa Mac OS X termasuk dalam keluarga Unix. Hal yang menarik dari OS ini adalah keindahan tampilannya sehingga menjadikannya panutan bagi pengembang desktop lain.[rujukan?]
Rilis terakhir Mac OS diluncurkan sekitar bulan Mei 2005 dengan kode Tiger dengan versi 10.4.
Tahapan-tahapan OS X:
Mac OS X Server 1.0 kode: "Rhapsody", dirilis: Maret 1999.
Mac OS X Public Beta kode: "Kodiak", dirilis: September 2000.
Mac OS X 10.0 (update 10.0.1-10.0.2-10.0.3-10.0.4) kode: "Cheetah", dirilis: Maret 2001.
Mac OS X 10.1 (update 10.1.1-10.1.2-10.1.3-10.1.4-10.1.5) kode: "Puma", dirilis: Oktober 2001.
Mac OS X Server 10.1 (update 10.1.1-10.1.2-10.1.3-10.1.4-10.1.5) kode: "Puma", dirilis: November 2001.
Mac OS X 10.2 (update 10.2.1-10.2.2-10.2.3-10.2.4-10.2.5-10.2.6-10.2.7-10.2.8) kode: "Jaguar", dirilis: Agustus 2002.
Mac OS X Server 10.2 (update 10.2.1-10.2.2-10.2.3-10.2.4-10.2.5-10.2.6-10.2.7-10.2.8), dirilis Agustus 2002.
Mac OS X 10.3 (update 10.3.1-10.3.2-10.3.3-10.3.4-10.3.5-10.3.6-10.3.7-10.3.8-10.3.9) kode: "Panther", dirilis Oktober 2003.
Mac OS X Server 10.3 (update 10.3.1-10.3.2-10.3.3-10.3.4-10.3.5-10.3.6-10.3.7-10.3.8-10.3.9), dirilis Oktober 2003.
Mac OS X 10.4 (update 10.4.1-10.4.2-10.4.3-10.4.4-10.4.5) kode: "Tiger", dirilis: April 2005.
Mac OS X Server 10.4 (update 10.4.1-10.4.2-10.4.3-10.4.4-10.4.5) dirilis: April 2005.
Mac OS X 10.5 (kode: "Leopard"; direncanakan beredar pada Oktober 2007)

Windows Vista

Windows Vista merupakan sistem operasi teraman, benarkah demikian ?


Windows Vista adalah nama dari versi terbaru Microsoft Windows, sistem operasi berbasis grafis dari Microsoft yang digunakan pada komputer pribadi(PC). Pada mulanya, Windows Vista lebih dikenal dengan nama Longhorn (berasal dari nama Longhorn Saloon, sebuah bar terkenal di Whistler, British Columbia, Kanada).

Windows Vista yang dirilis pada 22 Febuari 2006, dikatakan merupakan sistem operasi teraman. Benarkah demikian? Dikatakan oleh Wakil Presiden Senior Microsoft, Bob Muglia, Windows Vista merupakan system operasi teraman yang pernah diciptakan. Windows Vista yang dilengkapi dengan Security Development Lifecycle(SDL) dan teknologi seperti BitLocker dan smart cards membuat Microsoft yakin serangan spam, phising dan spyware tidak berkutik dalam system operasi ini. Windows Vista sendiri merupakan sistem operasi pertama milik Microsoft yang dibangun dengan model pengembangan SDL.

Setiap service yang dijalankan dalam Vista akan mengurangi hak akses pada file system, registery dan aktivitas jaringan. Sedangkan kernel pada Vista semakin menyulitkan rootkit untuk sembunyi dari pendeteksian. Ancaman spyware dan malware akan diserahkan pada built-in scanning engine yang berbasis Windows defender. Selain itu, firewall Vista memiliki fitur tambahan dari fungsionalitas Windows XP Service Pack 2 untuk mendukung penyaringan dan pemblokiran.

Aplikasi jahat lain juga disaring melalui fitur User Account Control terbaru milik Vista. Sedangkan Internet Explorer 7 dalam Vista dijalankan pada level Protected Mode agar situs-situs dengan kode jahat dapat dicegah. Kemudian pada tahap hardware, Microsoft mengimplementasikan BitLocker full disk encryption. BitLocker ini akan mengenkripsikan data ketika ditulis dalam disk. Sehingga jika komputer atau laptop dicuri, sang pencuri tidak bisa mengakses data anda tanpa memasukkan recovery key.

Tetapi bagaimanapun juga, Microsoft menyadari bahwa tidak ada teknologi yang berani secara penuh sistem keamanan, apalagi menyangkut keamanan computer. Maka, untuk mengatasi hal tersebut, Microsoft telah mempekerjakan black hacker untuk menguji sistemnya.

Lalu benarkah Vista merupakan sistem operasi paling aman yang pernah dibuat? Benar atau tidak, penilaian kami serahkan pada anda.

Linux

Kelebihan Linux

Di sini akan dijelaskan beberapa kelebihan dari sistem operasi Linux/UNIX dibandingkan dengan dengan sistem operasi yang lain. Dan berikut ini adalah beberapa fakta dari hal-hal yang menguntungkan dengan menggunakan program dan file-file Linux/UNIX :

_ Pada dasarnya semua data tersimpan di dalam harddisk walau ada beberapa kondisi dimana data tersimpan di disket. Linux/UNIX memberikan beberapa proses spesial dimana terminal, printer dan device hardware lainnya dapat diakses seperti kita mengakses file yang tersimpan dalam harddisk atau disket.

_ Ketika program dijalankan, program tersebut dijalankan dari harddisk ke dalam RAM dan setelah dijalankan akan dinamakan sebagai proses.

_ Linux/UNIX menyediakan servis untuk membuat, memodifikasi program, proses dan file.

_ Linux/UNIX mendukung struktur file yang bersifat hirarki.

_ Linux/UNIX adalah salah satu sistem operasi yang termasuk ke dalam kelas sistem operasi yang dapat melakukan multitasking. Multitasking sendiri adalah keadaan dimana suatu sistem operasi dapat melakukan banyak kerjaan pada saat yang bersamaan.

_ Selain multitasking, Linux/UNIX juga dapat mendukung multiuser. Yaitu sistem operasi yang pada saat bersamaan dapat digunakan oleh lebih dari satu user yang masuk ke dalam sistem. Bahkan untuk Linux juga mendukung untuk multiconsole dimana pada saat bersamaan di depan komputer langsung tanpa harus melalui jaringan dan memungkinkan lebih dari satu user masuk ke dakam sistem.

Rabu, 02 April 2008

Teknologi: instrumentum atau locus kekuasaan?

Dalam catatan sejarah pemikiran, soal-soal substansial semacam ini pernah diperdebatkan antara Habermas dan Gadamer. Maka perkenankan itu saya sampaikan sebagai finale dari tulisan singkat ini. Sejauh saya pahami, debat klasikal antara Habermas dan Gadamer berpusat pada status dari klaim epistemik dan normatif untuk menemukan dan memahami makna dalam disiplin sosial maupun individu-manusia.Gadamer, seorang master hermeneutik (seni menterjemahkan untuk menemukan makna) menekankan bahwa ada ‘otoritas’ yang darinya semua pemahaman berasal dan ‘tradisi’ yang bukan hasil refleksi melainkan konteks historis, yang menjadi sumber untuk menemukan dan memahami arti yang bermakna (meaningful meanings). Bagi Gadamer, teknologi modern dan segala rasionalitas yang mendasarinya bersekongkol untuk mengingkari hidup praktikal manusia dan pemahaman manusia – persisnya, daya yang meremukkan yang dipunyai teknologilah yang menyebabkan ini terjadi. Namun, kita mungkin perlu memahami Gadamer sebagai satu dari pilar Sekolah Frankfurt generasi pertama, yang (seperti Herbert Marcuse, Theodor W. Adorno dan Max Horkheimer) mempunyai kecurigaan kuat terhadap teknologi.Waspada terhadap persoalan tentang otoritas dan konteks tradisi tersebut, Habermas, generasi kedua dari Sekolah Frankfurt, amat peduli pada upaya memastikan kemungkinan untuk menjaga (maintain) dan memberi alasan (justify) perspektif kritis terhadap tradisi dan otoritas. Jika Gadamer mengkritik teknologi karena teknologi merusak otoritas dan konteks tradisional dari makna, Habermas mengkritiknya karena teknologi itu sendiri sudah berubah menjadi otoritas. Menurut Habermas, ilmu dan teknologi telah mengesahkan dirinya sendiri (self-legitimising) sedemikian rupa sehingga pertanyaan praktis dikalahkan (dan bahkan diganti) oleh pertanyaan teknis, yaitu pertanyaan mengenai cara mencapai tujuan yang paling efisien, dimana tujuan itu sendiri ada diluar kontrol reflektif kita. Habermas mengajukan Theory of Communicative Action (1985) untuk mengobati diagnosis suram yang didukung oleh para pemikir Sekolah Frankfurt generasi pertama seperti Gadamer. Habermas hendak menyelamatkan remuknya ‘lebenwelt’ (lifeworld, kehidupan) dengan menemukan jalan untuk menjaganya dari pelanggaran imperatif instrumental – sebuah ruang untuk konsensus yang otonom, rasional dan secara komunikatif tentang hal-hal dalam hidup praktis. Dan teknologi, dimana kinerjanya mengikuti rasionalitas instumental, menjadi gangguan bagi lahir-kembalinya lifeworld – karena ia sebenarnya hanyalah alat namun kini ia berubah menjadi otoritas.Karena sifat otoritatif itu, bagaimana soal akuntabilitas harus dipahami ketika teknologi ‘kawin-mengawin’ dengan kepentingan bisnis? Implikasi etisnya jelas akan kena pada ‘pengetahuan’ (‘knowledge’) dan pasar (‘the market’). Namun seringkali kita tidak sadar bahwa soal-soal kekuasaan rapi bersembunyi dalam pengetahuan teknologis/teknis. Lalu, sementara kita juga tahu kekuasaan itu sendiri netral (walau ia sering disalahgunakan), kita perlu pelan-pelan mulai melihat teknologi sebagai instrumen, sekaligus tempat berlangsungnya praktik kekuasaan. ’Netralitas’ teknologi hanya berlaku jika teknologi dipisahkan dari mereka yang mengembangkan dan menggunakannya (exercising agents) – yang jelas tidak mungkin.Maka, jika kekuasaan bisnis di jaman ini makin menjadi otoritas yang melegitimasi berbagai praktik ekonomi-politik neoliberal, jelas kiranya mengapa membuat dan mendesakkan praktik teknologi agar akuntabel di depan publik menjadi makin penting. Karena kalau tidak, ia hanya akan merawat neoliberalisme ini. Artinya, sementara pundi-pundi laba terus menggelembung karena dan sekaligus demi perkembangan teknologi, dunia makin tidak dipedulikan, orang miskin makin tersingkir, kesenjangan makin lebar dan lingkungan makin rusak.Akhirnya, mungkin seperti yang dikhawatirkan Davenport (1990) yang dikutip di awal tulisan ini, kita tidak tahu lagi batas itu. Teknologi tidak lagi ada untuk manusia, melainkan manusia sudah menghambakan dirinya untuk teknologi.

Dua gejala Teknologi Informasi

Pertama, TI telah menjadi medium pembentuk kesadaran, pengetahuan, insting, dan bahkan isi suka-duka kita. Omongan bahwa insting dan rasa-merasa kita adalah hal yang alami makin menjadi omongan yang kehilangan makna. Kalau setiap hari anak-anak kita diserbu iklan TV tentang bergengsinya burger MacDonalds, dalam diri anak berlangsung proses pembentukan jenis status sosial yang berkisar pada tersedianya burger itu di tangan mereka. Kalau tiap hari kita menyaksikan tayangan film-film yang menawarkan mimpi dan gaya hidup a la Hollywood, dalam diri kita sendiri berlangsung proses pembentukan selera dan gagasan tentang sukses seperti itu. Maka, seperti anak-anak yang akan sedih dan tidak merasa hebat jika tidak makan burger MacDonalds, kita juga merasa belum puas jika belum menghidupi gaya hidup seperti mereka yang kita lihat di media kita. Maka, konsumsi kita tengah dipelintir menjadi konsumerisme – yaitu konsumsi yang mengada-ada.Kunci untuk memahami konsumerisme adalah karena barang/jasa (walau harganya absurd) memberi pemakainya sebuah klaim pada status, prestise dan gengsi. Obsesi kita akan hal-hal itu persis menjadi prasyarat mutlak bagi kelangsungan bisnis gaya-hidup di seluruh dunia, dari beauty clinic sampai mobil mewah. Tanpa itu, bisnis gaya-hidup akan mati. Maka, juga seandainya kita tidak punya kebutuhan akan barang/jasa tersebut, para kapten iklan dari bisnis gaya-hidup akan melakukan upaya sekuat tenaga untuk menciptakannya. Caranya? Menyerbu media-massa dengan memainkan insting pemilikan, status dan sensualitas kita. Alatnya? Teknologi informasi dan media. Dan sulit kita menghentikannya.Dalam dunia media, TV dan studio film AS mengeruk 50%-60% keuntungannya di luar AS dan dan angka itu mencapai 70% untuk perusahaan rekaman musik. Hanya ada tujuh perusahaan pembuat film, bagian dari konglomerasi dunia, yang mendominasi pasar film global dan hanya ada lima 5 perusahaan yang menguasai industri musik dunia. Hollywood mengeruk 11 milyar dolar AS dari pembelian acaranya yang disiarkan TV-TV di seluruh dunia pada tahun 2002 – naik dari 7 milyar di tahun 1998. Ini semua dimungkinkan dengan adanya 180 satelit geostasioner komersial yang memancarkan komunikasi suara, data dan gambar ke seluruh muka bumi.Kedua, teknologi informasi bisa dipakai mengorganisir jaringan gerakan untuk membangun Indonesia yang punya etos demokratis dan solidaritas. Konon, gerakan mahasiswa dan bantuan logistiknya selama reformasi 1998-1999 dikoordinasikan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi ini. Bahkan, komunikasi militer pun disadap dan semua sandi militer diterjemahkan oleh para aktivis dan dibagikan lewat pager, telepon gengam dan email pada para koordinator lapangan untuk mengantisipasi blokade militer yang menyapu Jakarta dan kota-kota lainnya saat itu. Teknologi informasi, secara langsung atau tidak, berkontribusi atas terjadinya suatu perubahan sosial yang bermakna di Indonesia, yaitu jatuhnya rejim militeristik yang sudah berkuasa 32 tahun lamanya. Demikian juga di penghujung tahun lalu, hanya dibutuhkan waktu kurang dari setengah jam bagi seluruh dunia untuk tahu saat gempa dan tsunami melanda negara-negara di tepi Samudera Hindia, dan kurang dari sehari untuk mulai memobilisasi bantuan dari seluruh dunia. Juga tidak sedikit korban yang akhirnya bisa menemukan atau ditemukan keluarganya lagi dengan bantuan teknologi informasi ini. Misalnya kisah bocah dua tahun bernama Hannes Bergstroem yang kini menjadi ikon dunia. Setelah tsunami menerjang, dia terpisah dari keluarganya. Ayahnya ditemukan di rumahsakit dan ibu serta neneknya hilang. Dengan penuh putus asa, keluarganya di Eropa mencari tahu nasib mereka melalui media maya karena lalu-lintas telepon ke Phuket padat. Bibinya, di Swedia, terpana melihat wajah keponakannya yang penuh luka itu di website Phuket International Hospital dan segera terbang ke sana menjemputnya.Namun di tangan kepentingan tak terkontrol dari kelompok-kelompok yang hanya memburu akumulasi laba, teknologi informasi juga bisa meremuk banyak aspek hidup bersama seperti sudah banyak dibahas di atas. Bahwa proses perusakan itu tidak pernah dimaksudkan bukanlah inti soalnya. Sekali lagi, kita bertemu dengan wajah ambivalen teknologi informaasi. Bukan teknologi informasi itu sendiri yang menjadi masalah, melainkan di tangan kekuasaan seperti apa. Dari sini juga menjadi jelas bahwa perkara teknologi bukan sekedar soal ketrampilan teknis, melainkan kepekaan terhadap praktik-praktik kekuasaan yang punya konsekuensi sosial.Jadi, sementara dengan mudah kita mungkin akan menuding teknologi sebagai biang-keladi, perkaranya sebenarnya tidak sesederhana itu. Sebuah komputer bisa dipakai sebagai alat memburu oposisi, atau bisa juga untuk memanipulasi pajak, tetapi juga bisa menjadi alat untuk memberdayakan rakyat banyak. Contoh ini bisa dikenakan pada berbagai teknologi. Hal itu menunjukkan bahwa teknologi juga bersifat ambivalen. Dan di belakang ambivalensi teknologi adalah soal kontrol dan kekuasaan atasnya (the exercise of power). Karena itu, barangkali inilah saatnya kita sejenak menggagas lagi teknologi dalam masyarakat kita.

Ambivalensi revolusi teknologi informasi

Revolusi teknologi informasi dan komunikasi memang mencengangkan. Dan ‘kekinian’ nampaknya menjadi penanda utama. Sejak jatuhnya biaya telepon tiga menit antara New York dan London dari US$ 300 (tahun 1930, dengan kurs dolar tahun 1996) menjadi 45 sen (tahun 1996), nilai pasar telekomunikasi dunia kini mencapai lebih dari 1 trilyun dolar AS. Dikombinasikan dengan perkembangan teknologi komputer, efek revolusi biaya komunikasi ini berantai. Badan telekomunikasi internasional, ITU, melaporkan dari kira-kira hanya 513,4 juta orang (8% populasi dunia) yang menggunakan internet pada tahun 2001 angka itu kini mencapai 1 milyar (16%) hanya dalam tiga tahun.Dampak ekonominya menakjubkan. Transaksi business-to-costumer (B2C) online mencapai 108 milyar dolar AS sementara business-to-business (B2B) 1.3 trilyun dolar AS. Karena itu, tak heran jika ada klaim bahwa globalisasi yang dipompa teknologi informasi ini dianggap berkah; informasi sudah menjadi ‘mata uang’ baru, dan karenanya ia juga menjadi ‘alat kekuasaan’ yang baru. Filsuf Inggris Francis Bacon (1561-1626) sudah lama mengatakan ini dengan ungkapannya yang terkenal “pengetahuan adalah kekuasaan”. Namun, baru dalam jaman neoliberalisme ini ungkapan Bacon sungguh bisa dilihat wujudnya.Tetapi klaim di atas baru separuh cerita. Dan sebaiknya kita tidak terjebak dengan klaim serampangan itu. Di tahun 1960, sebanyak 20% warga paling kaya dunia menguasai 70,2% kekayaan dunia, dan 20% warga paling miskin mengontrol 2,3% kekayaan dunia. Pada akhir 1990, seperlima penduduk yang paling kaya itu menguasai 86 persen kemakmuran dunia, sementara seperlima yang paling miskin hanya mengais-ngais 1 persennya. Kini? Angka itu sudah menjadi 88 persen dan 0,85 persen. Karena cepatnya pertumbuhan jumlah peduduk, angka absolut penduduk miskin itu tak berkurang sedikitpun. Justru di awal milenium ini, dari sekitar 5,4 milyar penduduk bumi, lebih dari 1,3 milyar manusia masih hidup di bawah satu dolar per orang per hari dan jumlah serupa tak punya akses pada air bersih. Juga jangan lupa, dua pertiganya adalah perempuan dan anak-anak.Bagaimana dengan teknologi komunikasi? Kesenjangan yang sama terjadi antara negara kaya dan miskin. Kesenjangan akses terhadap teknologi komunikasi makin lebar seiring dengan makin lebarnya kesenjangan ekonomi. Digital divide, demikian orang bilang, yaitu kondisi kesenjangan dimana di satu negara (miskin) akses terhadap teknologi komunikasi sangat rendah dibandingkan dengan negara lain (kaya). Dan karena itu, negara miskin makin sulit mengejar ketinggalannya.Terhadap persoalan ini, muncul berbagai upaya untuk mengatasi kesenjangan digital supaya negara miskin tak terlalu tertinggal. Maka berlomba-lombalah upaya digitalisasi ini dijalankan. Bahkan dalam pertemuan dunia masyarakat informasi (WSIS) PBB pun menggelar target menjembatani kesenjangan digital ini sebagai bagian upaya mengurangi kemiskinan. Mengapa? Dalam konteks pembangunan, teknologi komunikasi dianggap sarana ampuh untuk melawan kemiskinan dunia karena
“teknologi komunikasi dan informasi mampu memberikan kesempatan yang belum pernah ada sebelumnya bagi negara-negara berkembang untuk mencapai target yang vital dalam pembangunan seperti pengurangan kemiskinan, penyediaan jasa kesehatan dasar dan pendidikan – jauh lebih efektif dari sebelumnya. Karena itu, negara-negara yang bisa memanfaatkan potensi teknologi informasi dan komunikasi bisa berharap akan makin cepatnya pertumbuhan ekonomi, makin pesatnya peningkatan kesejahteraan hidup dan terciptanya tata pemerintahan yang baik.”Benarkah? Mungkin kita bisa meragukan itu karena hal-hal berikut. Pertama, kesenjangan digital akhirnya hanya dipahami sebagai gap antara yang punya akses terhadap teknologi (si kaya) dan yang tidak (si miskin). Di sinilah ia mengecoh kita. Kesenjangan digital memberikan jawaban sederhana (yaitu menggunakan teknologi informasi/komputer) untuk menjawab persoalan yang rumit (yaitu kemiskinan dan ketidakadilan). Padahal anak kecil juga tahu bahwa komputer tidak bisa menyelesaikan soal kemiskinan begitu saja. Justru karena klaim bahwa ‘teknologi informasi bisa digunakan oleh semua orang’, maka perbedaan tingkat pemakaian dan penerapan teknologi itu bisa diduga terletak pada soal-soal sosial, ekonomi, dll., dan bukan pada soal-soal teknologi itu sendiri. Karena itu pula, seperti halnya tingkat penggunaan dan investasi dalam teknologi amat berbeda karena perbedaan faktor sosial dan ekonomi, demikian juga kita bisa menduga bahwa tingkat pemanfaatan dan distribusi manfaatnya juga berbeda karena faktor-faktor tersebut. Ini pijakan penting.Kedua, gagasan kesenjangan digital itu punya konsekuensi ekonomi-politik yang tidak sederhana karena ia justru satu menjadi salah satu senjata neoliberalisme itu sendiri. Negara-negara miskin (seperti Indonesia), harus siap menjadi ‘tempat pembuangan limbah’ teknologi, entah teknologi lama ataupun teknologi baru. Alasannya sederhana. Negara-negara maju produsen teknologi komunikasi dan informasi butuh pasar karena daya serap pasar mereka sendiri terbatas. Karena itu, selain menghembuskan gaya-hidup modern yang karakteristiknya harus dibalut teknologi komunikasi keluaran terbaru (bagi kelas menengah ke atas), jargon digital divide itu menjadi sarana ampuh untuk membuang teknologi komunikasi yang sudah usang ke negara miskin untuk ‘pengentasan kemiskinan’.Spekulatif? Bisa jadi. Tetapi perhatikan fakta berikut. Dari total pasar teknologi komunikasi saat ini yang sebesar 2,071 triliun Euro (sekitar 1 triliun dolar AS) itu, AS menguasai 32,4%, Eropa 30,5%, Jepang 12,3%, “Macan Asia” (Hong Kong, Singapura, Korsel dan Taiwan) 3,1%. Sisanya yang sekitar 21% dibagi oleh penduduk dunia lainnya. Yang belajar ekonomi akan segera melihat, walau timpang, proporsi pasar seperti ini kalau dirawat akan menguntungkan dalam jangka panjang. Mengapa? Karena ia memastikan bahwa produk teknologi baru (yang hi-tech dan mahal) akan terserap oleh mereka yang mampu membeli, yaitu negara kaya dan orang-orang kaya di negara miskin. Lalu, karena ‘umur psikologis’ produk-produk ini pendek, jauh lebih pendek dari ‘umur ekonomis’ maupun ‘umur teknis’ (misalnya handphone, laptop, PDA, komputer), perlu ada ‘tempat pembuangan’ agar produk baru bisa diluncurkan dan tetap punya pasar. ‘Pembuangan’ itu, bisa diduga, adalah negara-negara miskin. Dan jelas dalam ‘pembuangan’ itu terlibat volume dan besaran uang yang tidak kecil.Dua puluh lima tahun yang lalu, hanya ada 50,000 unit komputer, kini jumlah itu mencapai 600 juta. Tahun 2007 diperkirakan menembus 1,15 milyar unit. Total penjualan komputer dan industri yang berhubungan mencapai hampir 600 milyar dolar AS pada tahun 2000: yang terbesar adalah IBM (88,3 milyar), Hitachi (76,1 milyar), Siemens (74,8 milyar), Matsushita (69,4 milyar), Sony (66,1 milyar) dan Toshiba (53,8 milyar). Khusus semi konduktor, angka itu naik dari 149 milyar dolar AS (tahun 1999) menjadi 283 milyar dolar AS (tahun 2004). Penjualan seluruh dunia barang elektronik mencapai 95,7 milyar di tahun 2002. Jumlah barang itu dalam 5 tahun ke depan akan melampaui total barang yang diperkenalkan sejak 30 tahun terakhir.Bagaimana dengan Indonesia? Menurut International Data Corporation (IDC), dana yang dibelanjakan untuk teknologi informasi di Indonesia pada tahun 1999 adalah 638,4 juta dolar AS dan naik menjadi 772,9 juta di tahun 2000. Menurut Bank dunia, angka ini menjadi 3,8 milyar pada tahun 2003 dengan 3 juta pengguna internet. Jumlah itu belum termasuk investasi dotcom yang berhamburan lalu lenyap bagai buih selama dua tahun terakhir. Dari jumlah $772,9 di tahun 2000 itu, 19,3% ada pada sektor komunikasi dan media, 16,9% di sektor discreet manufacturing, 12,4% pemerintah, dan 11,8% di sektor perbankan. Bank Dunia menambahkan: pada tahun 2002 di Indonesia, untuk tiap 1000 orang ada 31 sambungan telepon (di kota besar 232), 17 handphone, 24 suratkabar, 157 radio, 149 televisi. Data statistik semacam mudah ditemukan, namun juga jarang mengatakan gejala besar yang dibawanya.

Raharja The Green Campus

Untuk saat ini blog ini akan menampilkan isi dari tugas kuliah Affe.

Saat ini Affe kuliah di Perguruan tinggi RAHARJA, sebuah kampus di Kota Tangerang yang tidak mau berhenti berlari agar menjadi yang terdepan diantara perguruan tinggi di bidang teknologi komputer. Mulai dari akreditasi yang terus diperjuangkan, sampai pembangunan infra struktur yang terus dilakukan.
Saat tulisan ini dibuat, Raharja (secara konseptual) memang sangat baik dalam hal sistem serta prosedur-prosedur yang diterapkan didalamnya. Hanya saja dibalik semua itu, masih banyak juga kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang tertulis diatas kertas. Sebenarnya hal ini kenyataan yang biasa dirasakan oleh mahasiswa yang merasa tidak puas dengan apa yang dia peroleh dari kampus tercintanya. Dan sebagian mahasiswa menjadikan hal tersebut alasan untuk selangkah lebih maju dari dari kampus itu sendiri dalam pendalaman pemahaman teknologi, lalu yang lain menjadikan itu alasan untuk protes.
Banyak yang mempresentasekan pengetahuan mahasiswa yang didapat dari materi perkuliahan itu hanya 50, 40, atau bahkan 30 persen saja. Lalu 70 persennya dari mana? Jelas dari kemauan pribadi tiap mahasiswa untuk mengembangkan potensi dirinya. Dan banyak sekali jalan untuk melakukan hal itu. Hanya saja pembekalan untuk para mahasiswa tentang bagaimana situasi dan kondisi dunia IT khususnya dunia kerja, membuat para mahasiswa kurang berani untuk mencoba peluang-peluang yang sebenarnya sangat berpotensi menambah pengetahuan yang mereka butuhkan nantinya. Dan saat mereka harus terjun kedalam dunia tersebut (karena memang sudah harus) mereka mulai bertanya apa yang saya dapat dari ”KULIAH”? Lalu merasa sudah tertinggal jauh dari yang sedang diterapkan di lapangan.
Hal ini sangat banyak terjadi pada mereka yang memilih untuk mendalami pengetahuan dibidang teknologi. Karena sangatlah jelas, perkembangan teknologi saat ini jauh lebih cepat dari kemampuan kita untuk mendalami teknologi itu sendiri. maka kembali dilakukan pengelokpokan kedalam bagian-bagian yang lebih spesifik lagi. Dan tugas pertama para pelajar tingkat akhir maupun yang sudah berpredikat mahasiswa untuk memilih yang manakah bagian yang sesuai dengan minat, bakat serta kemampuannya.
Affe sendiri secara pribadi mungkin relatif termasuk kelompok yang suka protes, meskipun juga tidak menutup diri untuk terus menggali pengetahuan dari luar. Baik itu dari pergaulan sesama mahasiswa teknik komputer, ataupun dari para praktisi yang sudah berkecimpung dalam dunia IT.
After all, semua kembali kepada bagaimana kita membuat setiap pembicaraan itu menambah pengetahuan kita meskipun hanya tentang satu huruf.
Oleh : Affe

debongso

"DEBONGSO" diambil dari nama sejenis kue dari Madura yang terbuat dari beras ketan hitam. Kue ini sat ini mulai jarang ditemui kecuali di daerah-daerah pedesaan. alasan nama ini saya pakai karena di search engine masih belum terdaftar. alasan yang standard kan?